Faktor-Faktor Penyebab Kesulitan Belajar

A.  Faktor-Faktor Penyebab Kesulitan Belajar
Adapun beberapa faktor penyebab kesulitan belajar dapat digolongkan menjadi dua, yaitu :
1.    Faktor Internal (faktor dari dalam diri manusia itu sendiri)
a.       Ciri Khas/Karekteristik Siswa
Dapat dilihat dari kesediaan siswa untuk mencatat pelajaran, mempersiapkan buku, alat-alat tulis atau hal-hal yang diperlukan.Namun, bila mana siswa tidak memiliki minat untuk belajar, maka siswa tersebut cenderung mengabaikan kesiapan belajar.
b.      Sikap Terhadap Belajar
Sikap siswa dalam proses belajar, terutama sekali ketika memulai kegiatan belajar merupakan bagian penting untuk diperhatikan karena aktivitas belajar siswa banyak ditentukan oleh sikap siswa ketika akan memulai kegiatan belajar. Namun, bila lebih dominan sikap menolak sebelum belajar maka siswa cenderung kurang memperhatikan atau mengikuti kegiatan belajar.
c.       Motivasi Belajar
Di dalam aktivitas belajar, motivasi individu dimanefestasikan dalam bentuk ketahanan atau ketekunan dalam belajar, kesungguhan dalam menyimak, mengerjakan tugas dan sebagainya. Motivasi sebagai faktor inner (batin) berfungsi menimbulkan, mensadari dan mengarahkan erbuatan belajar.[1]Oleh karena itu, rendahnya motivasi merupakan masalah dalam belajar yang memberikan dampak bagi ketercapaianya hasil belajar yang diharapkan.
d.      Konsentrasi Belajar
Kesulitan berkonsentrasi merupakan indikator adanya masalah belajar yang dihadapi siswa, karena hal itu akan menjadi kendala di dalam mencapai hasil belajar yang diharapkan. Untuk membantu siswa agar dapat berkonsentrasi dalam belajar tentu memerlukan waktu yang cukup lama, di samping menuntut ketelatenan guru.
e.       Mengelolah Bahan Ajar
Siswa mengalami kesulitan di dalam mengelolah bahan, maka berarti ada kendala pembelajaran yang dihadapi siswa yang membutuhkan bantuan guru. Bantuan guru tersebut hendaknya dapat mendorong siswa agar memiliki kemampuan sendiri untuk terus mengelolah bahan belajar, karena konstruksi berarti merupakan suatu proses yang berlangsung secara dinamis.
f.       Menggali Hasil Belajar
Bagi guru dan siswa sangat penting memperhatikan proses penerimaan pesan dengan sebaik-baiknya terutama melalui pemusatan perhatian secara optimal. Guru hendaknya berupaya mengaktifkan siswa melalui pemberian tugas, latihan, agar siswa mampu meningkatkan kemampuan dalam mengolah pesan-pesan pembelajaran.
g.      Rasa Percaya Diri
Salah satu kondisi psikologis seseorang yang berpengaruh terhadap aktivitas fisik dan mental dalam proses pembelajaran adalah rasa percaya diri. Rasa percaya diri umumnya muncul ketika seseorang akan melakukan atau terlibat di dalam suatu aktivitas tertentu di mana pikirannya terarah untuk mencapai sesuatu hasil yang diinginkannya. Hal-hal ini bukan merupakan bagian terpisah dari proses belajar, akan tetapi merupakan tanggung jawab yang harus diwujudkan guru bersamaan dengan proses pembelajaran yang dilaksanakan.
h.      Kebiasaan Belajar
Adalah perilaku belajar seseorang yang telah tertanam dalam waktu yang relatif lama sehingga memberikan ciri dalam aktivitas belajar yang dilakukan.Ada beberapa bentuk kebiasaan belajar yang sering dijumpai :
1)        belajar tidak teratur
2)        daya tahan rendah
3)        belajar hanya menjelang ulangan atau ujian
4)        tidak memiliki catatan yang lengkap
5)        sering datang terlambat, dan lain-lain
i.        Faktor Fisiologis
Faktor fisiologi adalah faktor fisik dari anak itu sendiri.[2]seorang anak yang sedang sakit, tentunya akan mengalami kelemahan secara fisik, sehingga proses menerima pelajaran, memahami pelajaran menjadi tidak sempurna. Selain sakit factor fisiologis yang perlu kita perhatikan karena dapat menjadi penyebab munculnya masalah kesulitan belajar adalah cacat tubuh, yang dapat kita bagi lagi menjadi cacat tubuh yang ringan seperti kurang pendengaran, kurang penglihatan, serta gangguan gerak, serta cacat tubuh yang tetap (serius) seperti buta, tuli, bisu, dan lain sebagainya. 
2.       Faktor-faktor Eksternal Belajar
a.    Sekolah, antara lain :
1)   Letak sekolah yang terlalu bising
2)   Sifat kurikulum yang kurang fleksibel
3)   Terlalu berat beban belajar (murid) dan atau mengajar (guru)
4)   Metode mengajar yang kurang memadai
5)   Kurangnya alat dan sumber untuk kegiatan belajar
b.    Keluarga (rumah), antara lain:
1)   Keluarga tidak utuh atau kurang harmonis.
2)   Sikap orang tua yang tidak memperhatikan pendidikan anaknya
3)   Keadaan ekonomi.
c.    Lingkungan
1)   Lingkungan yang tidak mendukung seperti mabuk-mabukan, merokok dll.
2)   Lingkungan yang menganggap pendidikan itu tidak penting



[1] Mudzakir, Ahmad dan Joko Sutrisno, Psikologi Pendidikan, (Bandung : CV. Pustaka Setia, 1997), 158.

[2] Ahmadi, Abu dan Widodo Suriyono, Psikologi Belajar, (Jakarta : PT. Rineka Cipta, 2002), cet ke2, h. 79.

Dosen Pembimbing :
Drs. H. Syaifuddin, M.Pd.I

Ditulis Oleh :
Muhammad Jakarianto                (D91215070)



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGRI SUNAN AMPEL
SURABAYA
2016

Postingan terkait: