mengenal istilah CPM, CPC, PPC, CPA dan CTR

Apa perbedaan Cost-Per-Click (CPC) dan Pay Per Click (PPC)? dua istilah tersebut berbeda dengan makna sejalan.
Apa itu CPM, CPC, PPC, CPA dan CTR ? 



Apa itu CPM?
Cost Per Thousand Impressions (CPM) merupakan istilah dalam media periklanan online yang berkaitan erat dengan trafik situs. Sesuai dengan namanya, biaya yang harus dikelurkan advertiser untuk setiap 1000 tayangan iklan yang terlihat oleh pengunjung situs. CPM dianggap strategi iklan online yang mirip konsep media lain seperti TV, radio dan cetakan yang menjual iklan berdasarkan hitungan jumlah penonton, pendengar atau pembaca.
Impression (baca: impresi) merupakan tayangan iklan yang terlihat pengunjung saat berada di sebuah halaman situs. Bisa dikatakan satu pageview (halaman yang terlihat) terhitung sebagai satu impresi. Demi menjaga kenyamanan advertiser dari kecurangan, maka halaman situs yang sengaja di-refresh tidak masuk hitungan. Penetapan tarif CPM berdasarkan 1000 impresi sehingga advertiser lebih mudah mengatur sesuai anggaran dan target.


Apa itu CPC?
Cost-Per-Click (CPC) bisa dianggap kebalikan dari CPM. Dimana Advertiser baru akan membayar jika iklan di-klik langsung oleh pengunjung. Mau berapapun terjadinya Impression, selama belum ada satupun iklan diklik dan dikunjungi oleh pengunjung blog, maka advertiser tidak perlu membayar sepeserpun kepada publisher. Tak heran konsep ini lebih disukai oleh pemasang iklan, tapi juga bergantung dengan target dan kesukaan dari advertiser sendiri.
CPC bagi publisher skala kecil merupakan pilihan terbaik untuk memperoleh pendapatan. Meskipun publisher skala besar ikut bermain. Konsep iklan ini sungguh potensial, malahan mencetak banyak uang jika mampu memaksimalkan situs ber-trafik tinggi.


Apa itu CPA?
Cost Per Action (CPA) dianggap pilihan terbaik oleh sejumlah kalangan, apalagi sangat menguntungkan advertiser. Jika konsep iklan lain kerap memberi hasil mengecewakan karena tak sesuai konversi, penjualan atau target utama, justru CPA bisa memenuhi semuanya tanpa menguras kantong. Publisher kurang begitu menyukainya sebab pendapatan baru diperoleh jika pengunjung selesai melakukan semua perintah advertiser. Beberapa kalangan juga menyebut CPA mirip marketing afiliasi.


Apa itu CTR?
Click Through Ratio (CTR) adalah rasio yang menunjukkan seberapa sering orang-orang yang melihat iklan kita pada akhirnya mengklik iklan tersebut. Rasio klik-tayang (CTR) dapat digunakan untuk mengukur seberapa baik performa kata kunci dan iklan kita.
CTR adalah jumlah klik yang diterima iklan dibagi dengan frekuensi iklan ditayangkan
CTR = klik ÷ tayangan.
Misalnya, jika kita memiliki 5 klik dan 1.000 tayangan, CTR Anda adalah 0,5%.
Setiap iklan dan kata kunci memiliki CTR masing-masing yang dapat dilihat tercantum di akun kita.
CTR yang tinggi merupakan indikasi yang baik bahwa pengguna merasa iklan kita berguna dan relevan. CTR juga berkontribusi untuk CTR yang diharapkan dari kata kunci (komponen Skor Kualitas), yang dapat memengaruhi biaya dan posisi iklan. Dan patut diperhatikan adalah nilai CTR yang wajar, sebagai contoh CTR 50%, ini dapat dilihat sebagai nilai tidak wajar jika ada 500 klik dalam 1000 impresi.



Apa itu PPC?
Pay Per Click (PPC) merupakan istilah lain untuk Cost Per Click (CPC). Keduanya serupa tapi hanya berbeda istilah saja. Konsep iklan ini menguntungkan advertiser karena hanya perlu membayar publisher jika terjadi klik. Dalam memasang iklan, advertiser mengandalkan kata kunci relevan yang ditelusuri oleh robot mesin pencari.
Tarif setiap kata kunci berbeda-beda, bahkan publisher dan advertiser tak bisa menentukan sendiri selain pihak ketiga (contoh: Google Adsense). Kata kunci tertentu ada yang bernilai rendah, begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu, advertiser berusaha secermat mungkin tak mengambil kata kunci bertarif mahal. Sedangkan publisher justru mengincar kata kunci mahal dengan membuat konten terkait.

Meskipun beberapa pihak menyebut PPC sebagai konsep periklanan paling rendah resiko, namun bukan berarti bebas dari segala macam klik penipuan. Google sudah memasang sistem otomatis untuk mengatasi klik penipuan yang mungkin bisa dilakukan oleh kompetitor atau publisher nakal. Sayangnya segala upaya tersebut masih belum cukup, malahan pengembangan terus dilakukan demi kenyamanan advertiser.
Google Adsense dikenal sebagai pengusung CPC yang memberi banyak keuntungan bagi advertiser dan publisher. Sementara itu Cost Per Thousand Impressions (CPM) lebih banyak mengandalkan impresi, terkadang begitu merugikan advertiser skala kecil jika iklan muncul pada publisher skala besar.


Pemasangan iklan?
Situs milik publisher harus memasang kode html/script yang diberikan agar iklan terus muncul. Iklan dan konten situs layaknya yang relevan dengan kata kunci, sehingga situs memasak tidak menampilkan iklan kecantikan. Posisi iklan pun dapat diletakkan beragam selama tak melanggar ketentuan dari penyedia layanan alias si pihak ketiga.


Semoga keberuntungan dan kesuksesan untuk anda !!!





Postingan terkait: