Media Pembelajaran

2.4 Media Pembelajaran
2.4.1 Definisi Media Pembelajaran
Media berasal dari kata “Medium”,  yang berasal dari bahasa latin “Medium” yang berarti “tengah” atau “sedang”. Pengertian media ini mengarah pada sesuatu yang menjadi penghantar untuk meneruskan suatu informasi dari sumber informasi kepada penerima informasi.
Pengertian Media Pembelajaran - Media merupakan suatu wadah atau sarana dalam menyampaikan suatu informasi dari pengirim kepada penerima. Media adalah segala bentuk dan saluran yang dapat digunakan dalam suatu proses penyajian informasi. (Latuheru. Media Pembelajaran Dalam Proses Belajar Mengajar Masa Kini.     Jakarta : Depdikbud. 1988. Hlm 11)
Banyak batasan-batasan yang diberikan dalam memberikan pengertian media. Asosiasi Teknologi dan Komunikasi Pendidikan atau Association of Education and Communication Technology (AECT) membatasi media sebagai saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan atau informasi. Batasan yang lain juga diberikan oleh Asosiasi pendidikan Nasional atau Education Association (NEA) yang membatasi media merupakan bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun Audio-Visual serta peralatannya serta media hendaknya dapat dimanipulasi, dapat didengar, dilihat dan dibaca. (Sadiman. Media Pendidilkan Pengertian, Pengembanagn dan Pemanfaatan. Jakarta : CV. Raja Wali .1984. Hlm 6)
Beberapa ahli telah memberikan batasan mengenai pengertian media, yaitu antara lain:
·         Hamalik menyatakan bahwa media pendidikan adalah alat, metode dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran disekolah. (Hamalik. Media Pendidikan. Bandung : Sinar Baru. 1994. Hlm 12)
·         Danim menyatakan bahwa media pendidikan merupakan seperangkat alat bantu atau pelengkap yang digunakan oleh guru atau pendidik dalam rangka berkomunikasi dengan siswa dengan peserta didik.(Sudarman, Danim. Media Komunikasi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara,. 1995. Hlm 97)
·         Wildbur schraman menyebutkan bahwa media adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan instruksional.
·         Lislie. J. Briggs menjelaskan bahwa media adalah sarana fisik untuk menyampaikan materi atau isi pengajaran, seperti buku, film, slide dan lain-lain. (Soetomo. Dasar-Dasar Interaksi Belajar Mengajar. Surabaya : Usaha Nasional. 1993. Hlm 197)
·         Heinich dkk mengatakan bahwa medium sebagai perantara mengantarkan informasi antara sumber dan penerima pesan. (Azhar Arsyad. Media Pembelajaran. Jakarta : Raja grafindo Persada. 2002. Hlm 4)

Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa: 
1.        Media merupakan wadah atau perantara pesan yang oleh sumber pesan atau pengaruhnya ingin diteruskan kepada sasaran atau penerima pesan.
2.        Materi yang ingin disampaikan adalah pesan instruksional.
3.        Tujuan yang ingin dicapai adalah terjadinya proses belajar pada penerima pesan (anak didik). (Soetomo. Dasar-Dasar Interaksi Belajar Mengajar. Surabaya : Usaha Nasional. 1993. Hlm 197-198)

Sebelum istilah media digunakan dan popular, dalam dunia pendidikan sudah berkembang kata atau istilah yang bermakna sama yang sudah digunakan. Pertama dipakai istilah “alat peraga” kemudian “Audio Visual Aids”, kemudian selanjutnya disebut “Instrucsional Materials” yang akhirnya sekarang ini digunakan adalah “Media Pembelajaran”. Gagne dan Brings. (Latuheru. Media Pembelajaran Dalam Proses Belajar Mengajar Masa Kini. Jakarta : Depdikbud. 1988. Hlm 14)  mengatakan bahwa media pembelajaran adalah alat secara fisik untuk menyampaikan isi pengajaran.

2.4.2 Media Permainan Berbasis Komputer
Menurut AECT atau Asosiasi Teknologi dan Komunikasi Pendidikan, media adalah segala bentuk dan saluran yang dapat digunakan orang untuk menyalurkan pesan atau informasi. Briggs (1970) berpendapat bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar (dalam Sadiman, 2003:6)
Menurut Gerlach dan Ely (dalam Arsyad, 2007:3) media bila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, ketrampilan, atau sikap.
Media tidak hanya berfungsi sebagai alat peraga atau alat bantu mengajar yang berupa alat bantu visual atau alat bantu dengar pandang melainkan dalam hubungannya dengan teori komunikasi, serta pendekatan sistem dalam proses belajar mengajar di mana media sebagai bagian integral dalam program pembelajaran (instruksional) maka media atau media pendidikan lebih sesuai disebut media pembelajaran (instruksional media) (Poedjiastuti,1999:2-3)
Salah satu media pembelajaran  yang dapat digunakan adalah media komputer. Pemanfaatan komputer untuk pendidikan yang dikenal sering dinamakan pembelajaran dengan bantuan komputer atau dikenal dengan nama Computer Assisted Instruction (CAI), dikembangkan dalam beberapa format antara lain drills and practice, tutorial, simulasi dan permainan dan discovery. (Arsyad,2007:54)
Permainan (games) adalah setiap kontes antara para pemain yang berinteraksi satu sama lain dengan mengikuti aturan-aturan tertentu untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu pula (Sadiman, 2003:77). Komponen yang harus dimiliki setiap permainan adalah adanya pemain, adanya lingkungan dimana para pemain berinteraksi, adanya aturan main dan adanya tujuan-tujuan tertentu yang ingin dicapai.
Program komputer permainan yang dirancang dengan baik dapat memotivasi siswa dan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilannya. Permainan instruksional yang berhasil menggabungkan aksi-aksi permainan video dan ketrampilan penggunaan papan ketik pada komputer, siswa dapat lebih terampil mengetik, karena dalam permainan siswa dituntut untuk menginput data dengan mengetik jawaban dan perintah yang benar (Arsyad, 2007:162).
Interaksi berbentuk permainan (games) akan bersifat instruksional apabila pengetahuan dan ketrampilan yang terdapat didalamnya bersifat akademik dan mengandung unsur pelatihan (training). Program berbentuk permainan disebut instruksional apabila di dalamnya terdapat tujuan pembelajaran (instruksional objective) yang harus dicapai. Program ini diarahkan agar siswa dapat belajar sambil bermain dan dibuat sedemikian rupa sehingga mengandung unsur-unsur tantangan, rasa ingin tahu, menyenangkan, dan tidak mengabaikan unsur mendidik




Postingan terkait: