apakah melihat gerhana matahari bisa buta ?

Kidnesia.com - Gerhana matahari adalah fenomena alam yang luar biasa. Pernahkah kamu melihat gerhana matahari? Langsung atau dengan bantuan alat? Banyak yang bilang sangat berhaya bagi mata bila melihat gerhana matahari secara langsung. Lalu, apakah melihat gerhana matahari bisa buta? Yuk, cari tahu jawabannya.
Sebelumnya, Nesi sempat melihat gerhana matahari cincin secara langsung. Waktu itu, kakak-kakak dari PP-IPTEK Taman Mini menyarankan sebaiknya kita tidak langsung melihat gerhana matahari dengan mata telanjang. Maksudnya tanpa bantuan alat, seperti teleskop, kacamata, dan lainnya. Ah, kenapa begitu, ya?
Gerhana Matahari
Pupil mata kita bisa membesar dan mengecil jika terkena cahaya.
Asal kamu tahu saja, mata kita ini seperti diagframa pada kamera. Ada bagian mata kita yang bisa melebar dan menyempit. Namanya pupil. Pupil ini berfungsi untuk menyaring jumlah cahaya yang memasuki mata.
Kalau suasana sekitar kita gelap, maka diameter pupil mata kita membesar sampai 8mm. Kalau di siang hari yang terang, biasanya diameter pupil mata kita mengecil sampai dengan 2 mm. Nah, kalau mata kita melihat cahaya yang sangat terang, pupil bisa mengecil sampai 1,6 mm.
Faktanya
Pupil mata manusia tak mampu menghalangi pancaran cahaya matahari yang begitu terang. Tahukah kamu, kalau dihitung, cahaya langsung dari matahari itu harus dilemahkan 50 ribu kali supaya bisa diterima oleh pupil mata manusia. Kalau tak dilemahkan, orang yang melihat langsung ke arah matahari besar kemungkinannya menjadi buta.
Gerhana Matahari
Melihat gerhana sebaiknya dengan menggunakan alat, seperti teleskop.
Bukan Cahaya yang Menyusut, tapi Bentuknya!
Saat terjadi gerhana matahari, memang cahaya matahari tertutup oleh bulan, sehingga cahaya di sekitar alam menjadi redup. Tetapi meskipun cahaya matahari itu tertutup, pancaran cahayanya tak berkurang sedikit pun, hanya ukurannya saja yang menyusut.
Dan ketika kita mendongak ke atas menatap matahari, yang terjadi adalah pupil mata kita belum sempat bereaksi.
Akibatnya, cahaya matahari yang masuk ke mata berlebihan sehingga membuat mata kita bisa menjadi buta. Jadi, sebaiknya saat gerhana maupun tak ada gerhana, kita tidak menatap matahari secara langsung.
Gunakanlah alat bantu, seperti teropong, teleskop, kamera, atau instrumen optik lain untuk melihatnya. Sebab, di situ ada lensa yang dapat memusatkan cahaya. Nah, sebaiknya kamu jangan pernah melihat gerhana matahari dengan mata telanjang. Semoga kamu tidak menatap langsung sinar matahari, ya. Berbahaya untuk kesehatan matamu.
Teks: Ervina, Foto: dok.kidnesia.com/webvision.utah.edu
http://www.kidnesia.com/Kidnesia2014/Boleh-Tahu/Sains-Teknologi/Sains/Apakah-Melihat-Gerhana-Matahari-Bisa-Buta

Postingan terkait: