Ekstraksi

Ditinjau dari kontak antara pelarut dengan bahan induk, ekstraksi ada dua macam, yaitu :

1. Ekstraksi kontinyu
Pada ekstraksi jenis ini, pelarut terus menerus mengalami kontak dengan bahan induk. Pelarut dapat digunakan lagi untuk ekstraksi tetapi dalam proses pendaurulangan pelarut dibutuhkan panas. Oleh karena itu, dapat dilakukan ekstraksi habis-habisan tanpa membutuhkan banyak pelarut. Tetapi ekstraksi ini tidak dapat dilakukan bila senyawa-senyawa yang akan diekstraksi bersifat thermolabil atau mudah menguap.

2. Ekstraksi Diskontinyu
Pada ekstraksi diskontinyu, pelarut selalu diganti pada setiap satu tahap ekstraksi terlampaui dan tidak memrlukan panas selama prosesnya. Sehingga dapat dilaksanakan untuk senyawa-senyawa thermolabil atau mudah menguap.

Dua macam ekstraksi diskontinyu adalah maserasi dan perkolasi. Teknik maserasi dilakukan dengan merendam bahan-bahan alam yang masih segar dengan pelarut yang sesuai selama beberapa waktu lalu hasil perendaman diambil. Sedangkan teknik perkolasi dilakukan untuk mengekstraksi bahan-bahan alam yang sudah diserbuk dan dikeringkan dengan merendamnya dalam pelarut yang sesuai selama beberapa waktu lalu ekstraknya diteteskan dari perkolator.

Postingan terkait: